Bagiku dan bagimu

Posted on Maret 29, 2012

0


Muslim: rasulullah menikahi seseorang bkn berdasarkan hawa nafsu
melainkan untuk tujuan yang bagus.
Duladi: Hadist Sahih Bukhari, Volume 1, Book 5, Number 268
Anas bin Malik berkata, “NABI BIASANYA PERGI MENGUNJUNGI SEMUA
ISTRINYA SECARA BERGILIR,SELAMA SIANG DAN MALAM, dan mereka
jumlahnya ada SEBELAS.” Aku bertanya pada anas, “Apakah nabi punya
kekuatan untuk itu? Anas menjawab bahwa, “Biasanya kami mengatakan
bahwa NABI DIBERIKAN KEKUATAN 30 LELAKI”
Jadi, alasan nabi kawin dengan banyak perempuan adalah untuk
memenuhi kekuatan seksual sang nabi, yg hawa nafsunya di atas orang
normal.
Muslim: Kalo memang nabi Muhammad kawin karena hawa nafsu, kenapa
istri-istrinya semua janda tua?
Duladi: Kenapa yg anda lihat cuma status jandanya? Mereka berstatus
janda lantaran sebagian dari mereka suaminya dibunuh Muhammad. Dan
kenapa Muhammad memilih mereka? Karena mereka cantik. Ini buktinya:
Aisya
Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad
Muhammad Husain Haekal
diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah
Penerbit PUSTAKA JAYA
Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat
Cetakan Kelima, 1980
http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/index.html
BAGIAN KEDELAPAN: DARI PEMBATALAN PIAGAM SAMPAI KEPADA
ISRA’
Itu sebabnya ia segera melamar putri Abu Bakr, Aisyah. Oleh karena
waktu itu ia masih gadis kecil yang baru berumur tujuh tahun, maka yang
dilangsungkan baru akad nikah, sedang perkawinan berlangsung dua tahun
kemudian, ketika usianya mencapai sembilan tahun.
Perkawinan Nabi dengan Aisyah:
……
Ketika itulah Muhammad menyelesaikan perkawinannya dengan Aisyah bt.
Abu Bakr, Ia adalah seorang gadis yang lemah-lembut dengan air muka
yang manis dan sangat disukai dalam pergaulan.
Pertama ia pindah ke tempatnya yang sekarang di samping tempat Sauda
di sisi mesjid, ia melihat Muhammad adalah seorang ayah yang penuh
kasih-sayang, seorang suami yang penuh cinta-kasih. Ia tidak keberatan
ikut bermain-main dengan barang-barang mainannya itu.
Tentang Zainab bint Jash
Sumber :
Muhammad – Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik
Martin Lings (untuk selanjutnya saya singkat Lings saja)
Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, 2002.
Lings, halaman 341 – 342 :
Suatu hari, nabi pergi kerumah Zaid …. Ketika beliau datang Zaid sedang
tidak ada di rumah. Zainab, karena tidak menyangka akan ada tamu
diwaktu-waktu tersebut, sedang berpakaian seadanya. ….. Zainab lari
kepintu tanpa mengenakan alas kaki untuk mempersilahkan nabi masuk
dan menunggu hingga suaminya kembali. “Dia sedang tidak ada hai
Rasulullah” katanya, tetapi demi bapak dan ibuku, silahkan masuk”. Saat
Zainab berdiri dipintu, ia tampak berseri-seri dan riang gembira, dan nabi
kagum oleh kecantikannya’.
Tentang Safiya
Sumber :
Lings, halaman 427, 429
Bukan wanita itu saja yang kehilangan ayah dan suaminya ditangan kaum
muslim. Diantara para tawanan yang ditahan karena Kinanah
menyembunyikan hartana itu ada seorang janda, Safiah putrid Huyay….
Janda itu berusia tujuh belas tahun dan baru menikah denganKinana satu
dua bulan sebelum Nabi berangkat dari Madinah. ……
Pusat keprihatinan istri-istri nabi adalah hadirnya sosok yang tidak diduga
dirumah tangga mereka, Safiah yang belia dan cantik…….. Aisah
menanyakan kepada Umm Salamah tentang teman baru mereka itu, “Ia
memang benar-benar cantik”, kata Umm Salamah, “dan Rasulullah sangat
mencintainya”
Tentang Juwariya
Sumber :
Lings, halaman 386 – 387
Aisah yang membukakan pintu bagi Juwariya, yang setelah itu
menuturkan, “Juwariya wanita yang sangat cantik. Siapapun lelaki yang
melihatnya, pasti terpikat olehnya. Dan ketika aku melihatnya dipintu
kamarku, aku diliputi perasaan was-was karena aku tahu, nabi akan
melihat wanita ini seperti yang kulihat.” Kekuatiran Aisah terwujud karena
nabi Muhammad memang menawarkan untuk menikahinya, dikatakan
oleh nabi Muhammad : “Aku akan menebus pembebasanmu dan
menikahimu.” Juwariya menerima pernikahan ini dengan senang hati.
Tentang MAria Qibtidaiya
Sumber :
Lings, 439 – 440
Surat nabi kepada Muqawqis yang mengajaknya agar memeluk Islam
ditolak, tetapi pemerintah Mesir membalas dengan mengirimkan hadiah
yang banyak : seribu keeping emas, dua puluh jubha terbuat dari bahan
yang bagus, seekor bagal, seekor keledai betina, dan hadiah persembahan
dua budak Kristen Koptik Mesir yang dikawal oleh seorang pertapa tua.
Kedua gadis itu bersaudara, Maria dan Sirin, dan keduanya sama-sama
cantik, tapi Maria lebih cantik lagi dan nabi sangat mengaguminya. Sirin
dinikahkan dengan Hassan ibn Tsabit dan Maria dinikahi nabi sendiri. Ia
ditempatkan dirumah yang dahulu dihuni Safiah … Disanalah nabi
mengunjunginya siang dan malam. Namun istri-istrinya menjadi cemburu
secara terang-terangan hingga Maria menjadi tidak nyaman. Akhirnya ia
ditempatkan di Madinah atas. Pada mulanya Aisah dan istri lainnya merasa
lega, tapi mereka segera merasa sia-sia, karena nabi tetap saja berkunjung
kepada Maria, dan bertambah jarak justru memperlama ketidakhadiran
nabi dari sebelumnya.
Tentang Hindun (Ummu Salamah)
Sumber :
Abbas Jamal, halaman 47
Ummu Salamah ini disamping cantik, cerdas orangnya, cekatan dalam
banyak hal, berwibawa dan mempunyai wawasan berpikir yang luas.
Tentang Raihana
Sumber :
Lings, halaman 374
Sedangkan wanita dan anak-anak lainnya, berikut harta bendanya dibagi-
bagikan kepada setiap orang yang ikut serta dalam pengepungan itu.
Sebagian besar tawanan ditebus oleh bani Nadhir di Khaybar. Sementara
bagian nabi, beliau memilih Raihana, putrid Zayd dari Nadhir yang
dinikahkan dengan lelaki Qurayzah. Ia sangat cantik dan tetap menjadi
budak nabi sampai meninggal dunia lima tahun kemudian …. Setelah jelas
bahwa Raihana tidak hamil, nabi menemuinya dan menawarinya untuk
dibebaskan dan dijadikan sebagai istrinya. Namun ia menjawab, “Hai
Rasulullah, biarkanlah aku berada dalam kekuasaannu. Itu akan lebih
mudah bagiku dan bagimu.”
:

:

Posted in: Uncategorized