Eksekusi Biadab Ala Gerakan Reformis Islam

Posted on Februari 25, 2012

0


Eksekusi Biadab Ala Gerakan Reformis Islam

http://m.kompasiana.com/post/agama/2010/12/13/eksekusi-biadab-ala-gerakan-reformis-islam/

Bandung -Aksi semena-mena yang kian hari kian jauh
melebihi kejamnya kekejamanan laskar-laskar
underbow PKI di era Nasakom-nya Soekarno, kini
semakin tinggi intensitasnya.
Mungkin anda – terlebih generasi setelah 65- masih
ingat, zaman Orba kita sering di ajarkan (ada sebagain
yang mengatakan sebagai doktrinasi) sejarah, betapa
kejamnya PKI yang konon sering mencari-cari alasan
dan kesempatan guna memberangus tempat-tempat
ibadah guna mencegah setiap upaya orang beragama
untuk beribadah disana (dan itu mungkin saja,
berikutnya, akan berlanjut ke setiap rumah-rumah
penduduk)
Seperti kemarin, ratusan orang mengatas namakan
warga di Kompleks Perumahan Kencana, Kecamatan
Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,
melakukan sweeping serta menutup paksa guna
disegel bangunan Gereja HKBP.
Tindakan vulgar bar-bar sekelompok masa yang
dimotori anggota Gerakan Reformis Islam (GARIS) ini
diwarnai keributan oleh pemaksaan pihak yang
merasa berwenang serta isak tangis dari pihak yang
tak berdaya, justru didepan pihak berwenang.
Modus yang dilakukan anggota Gerakan Reformis
Islam (GARIS) ini adalah melakukan sweeping. Dengan
arogan mereka memaksa memasuki setiap rumah ke
rumah lainnya dari anggota jemaat HKBP lalu
memaksa menandatangani surat pernyataan
penyegelan terhadap rumah-rumah yang diduga
digunakan sebagai tempat ibadah.
Sementara rumah-rumah yang diduga menjadi tempat
ibadah, para penghuni ataupun setiap orang yang
berada didalamnya dipaksa keluar oleh anggota
Gerakan Reformis Islam.
Aksi ini benar-benar diluar batas kewajaran
kemanusiaan. Terlebih bila mau pikir dari sisi pihak
yang bertindak sewenan-wenang selalu menggunakan
atribut Islam yang disebut-sebut sebagai agama
damai. Sementara pihak teraniaya yang selama ini
mengeluhkan kesulitan memperoleh isin memiliki
tempat ibadah secara resmi, sejauh ini, dari tempat-
tempat ibadah yang “ilegal” tersebut (karena tidak
pernah dikasih izin) belum pernah terdengar adanya
gerakan-gerakan terorisme, seperti pengajaran
kebencian, pembunuhan maupun pemboman terhadap
umat ataupun simbol-simbol agama Islam, non Islam
maupun terhadap kedaulatan pemerintah serta negara
Indonesia, termasuk terhadap negara kiblatnya
Gerakan Reformis Islam -Arab Saudi.
Di kawasan jalan Teratai Kecamatan Rancaekek,
seperti dilansir metrotvnews, terdapat 12 rumah yang
dijadikan sebagai tempat ibadah. Koordinator Gerakan
Reformis Islam Jawa Barat, Suryana Nurfi, mengatakan
kegiatan ini sudah berlangsung 10 tahun dan dilakukan
tanpa izin.

:

: